Menyediakan Informasi Yang Bermanfaat Bagi Kita

Kamis, 26 Oktober 2017

Pengusaha Takut Dengan Pajak

Penerimaan pajak tahun ini yang baru mencapai 60%, atau setara Rp 770 triliun dari target Rp 1.283,6 triliun, memberi rasa cemas bagi kalangan pengusaha. Kenapa?

"Perpajakan kan kalau kami baca di media, pajak ini membuat kadang-kadang kita takut," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis malam.



Yang membuat takut, kata Rosan, adalah ketika otoritas pajak mengejar target di sisa waktu, dengan banyak menerbitkan aturan-aturan yang intinya mengejar pajak dari seluruh wajib pajak, termasuk pengusaha.

Rosan menyebutkan, dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ada usulan terkait dengan kepatuhan pembayaran pajak. Usulan tersebut adalah, perusahaan yang telah diaudit oleh auditor terdaftar di pemerintah tidak perlu diperiksa lagi.

Lanjut Rosan, bila dalam laporan kinerja keuangan masih terdapat kekurangan bayar atau penyelewengan terkait kewajiban pajaknya, maka yang harus ditindak adalah auditornya.

"Jadi dengan ini istilahnya adanya kolusi antara auditor dengan pengusahanya jadi takutkan, kan kalau ada apa-apa kita yang kena, you yang enak-enak, ini kita usul," ungkap dia.

Menurut Rosan, usul mengenai sektor perpajakan dari Kadin mendapat tanggapan yang positif dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Bahkan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akan menindaklanjutinya dengan mulai mengundang asosiasi auditor di Indonesia.

"Bu Menkeu bilang kalau pengusaha komitmen seperti itu beliau akan menindaklanjuti dan akan panggil asosiasi auditor, usulannya seperti ini, jadi kalau ada apa-apa auditor yang kena, jadi enggak ada istilah ini kurang bayar dan segala macam. Dengan itu memberikan kepastian yang luar biasa," tukas dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar